Sabtu, 31 Agustus 2019

Sambirta (8/6/2018)
MAPEKANU

MAPEKANU(Masa Pengaderan Kader Nahdlatul Ulama) dilaksanakan pada Jum'at,8 Juni 2018 di Madin Miftahul Hidayah Desa Sambirata.Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 80 remaja yg terdiri dari santriwan/santriwati Madin dan pengurus IPNU IPPNU ranting Sambirata.

Kegiatan yg bertujuan untuk diharapkan menjadi kader penerus ini dibuka pada pukul 14.30 dg registrasi.lalu dilanjut acara-acara lain yaitu,solat asar,perkenalan pengurus,buka bersama.Dan nanti sholat isa,istighozah,tarawih,materi,pembentukan KAR.
#bangajadiNU
#IPNUIPPNUJAYA
#mapekanu
"BERBEDA-BEDA TETAPI SATU TUJUAN"

Hari ini Minggu,13 Mei 2018 Ipnu Ippnu Ranting Sambirata ziaroh ke makam para waliyulloh terdekat.nampak para peziarah lain pun banyak berdatangan dari berbagai penjuru sehingga harus mengantri.bus,pick up,motor&mobil memenuhi parkiran.makam kini dipenuhi para peziarah dari hari2 lalu.
Berhubung waktu ditarget,jd hanya bisa 7 rute makam yg kami ziarahi.

Ziarah kubur bertujuan untuk mendo'akan mereka yg sudah meninggal,bukan kita yg meminta dido'akan oleh orang yg sudah meninggal."bukan kuburan tempatmu memohon do'a"lagu roma irama.
Selain itu,ziarah jg dapat mengingatkan kita akan kematian yg tentunya sudah pasti.namun hanya Alloh yg tahu kapan kita dipanggilNya.
Kita jg dapat mengenang perjuangan para alim ulama dulu yg telah menyebarkan agama islam didaerah ini.sebagai generasi,generasi muda khususnya kita dapat meneladani,mencontoh&semangat tuk terus belajar,berjuang &bertakwa.

Mungkin ada pihak yg memandang aneh."untuk apa berdo'a di depan makam?".tapi sebagai sesama islam,meski dg aliran yg berbeda-beda,tapi tak perlu membid'ah-bid'ahkan&mengharam-haramkan aliran lain.karna tujuan kita sama(satu tujuan),tapi jalurnya saja yg berbeda.toh ya yg dimaksud bid'ah&haram sudah jelas.
Tujuan ziarah sudah jelas,yaitu mendo'akan orang yg sudah meninggal.tentu manfaatnya banyak sekali yg bisa kita ambil😊
#ziarohberkah
Selamat Hari Saka Bakti Husada ke-34

Mungkin bila peluit morse berbunyi
Dan kurangkai namamu ini
Apakah kau dapat mengerti
Betapa besar rasa cinta yang aku pendam selama ini

Aku tak mau cinta kita
Hanya sebatas patok tenda
Yang berakhir dengan sayonara cinta
Wanita itu ibarat tali temali
Banyak ragamnya dan susah dimengerti

Simpul mati hubungan kita
Selama sang panji masih berkibar
Selama itu juga cinta ini tak akan pernah pudar


Kiamat adalah sesuatu yang mutlak akan terjadi. Dalam Islam, mungkin kita sering mendengar cerita tentang beberapa makhluk tak lazim yang akan muncul sebagai pertanda kehancuran dunia. Nama Dajjal dan Ya’juj Ma’juj mungkin sudah tak asing.

Namun, bagaimana dengan Dabbat al-Ard? Mungkin makhluk tersebut lebih jarang disinggung, namun sejatinya dia juga dikisahkan akan muncul jelang hari kiamat. Lalu, seperti apa makhluk tersebut? Berikut ulasannya.

Mampu bicara segala bahasa

Dabbat al-Ard merupakan binatang buas atau bisa disebut dengan monster yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam sendiri, makhluk ini merupakan sebagian dari tanda datangnya hari penghakiman. Binatang ini akan keluar dari kota Mekkah, tepatnya di dekat gunung Shafa.

Waktu keluarnya sendiri setelah terbitnya matahari dari barat. Makhluk ini memiliki kemampuan berbicara fasih dalam berbagai macam bahasa. Selain itu, dia juga membawa tongkat Nabi Musa As di tangan kiri dan sementara tangan kanannya memakai cincin Nabi Sulaiman As. Dia akan keluar dari bukit Sofa dan Marwa. 

Wujud Dabbat al-Ard

Ibnu Jurayi sempat mengatakan jika sosok Dabbat al-Ard pernah dijabarkan dengan rici oleh Ibnu Zubair. Makhluk tersebut seperti gabungan dari banyak binatang. Dia memiliki kepala seperti kerbau, sementara matanya menyerupai babi, dan telinganya bak gajah.

Sosok tersebut juga memiliki tanduk rusa jantan, namun lehernya seperti burung unta. Dada makhluk ini menyerupai singa dengan warna kulit harimau. Dia juga memiliki panggul yang mirip kucing, namun ekornya seperti biri-biri jantan dan kakinya seperti unta. Dalam penjelasan lain, digambarkan jika Dabbat al-Ard juga memiliki bulu panjang dan pendek. Tubuhnya begitu besar, namun gerakannya sangat cepat.

Misi dan tujuan Dabbat al-Ard

Kemunculan Dabbat al-Ard bukan cuma sebagai tanda kiamat, tapi juga memiliki tujuan khusus. Dikatakan jika sosok ini nantinya akan menandai wajah-wajah manusia seluruh dunia. Bagi yang beriman, Dabbat al-Ard akan membuat wajah si manusia tersebut cerah. Tapi sebaliknya, ketika yang ditandainya adalah orang kafir, maka makhluk besar tersebut akan menjadikan wajah si sosok tersebut gelap.

Dijelaskan jika makhluk ini juga akan menjerit di kawasan Maqam Ibrahim dan Hajar Aswad, dia juga menebar-nebarkan tanah di atas kepalanya. Pekikan suaranya akan terdengar di segala penjuru dan membuat orang-orang kafir berlarian karena ketakutan. Dalam kondisi yang sama, orang mu’min yang sudah mengetahui bahwa suara tersebut berasal dari Dabbat al-Ard akan lebih tenang, dan tidak merasakan ketakutan apapun.

Keluar setelah Ya’juj Ma’juj musnah

Dabbat al-Ard muncul selepas kematian para Ya’juj Ma’juj akibat virus yang diturunkan oleh Allah SWT. Dia keluar ketika bumi telah pulih dari bencana yang dibuat oleh Ya’juj Ma’juj. Tercatat pula dalam hadist jika makhluk ini akan memukulkan tongkatnya kepada semua manusia.

Jika tongkat tersebut dipukulkan pada orang beriman maka di dahinya akan tertulis ‘ini adalah orang beriman’ sebaliknya jika dia memukulkan tongkat pada orang kafir, maka di dahinya akan tertulis ‘ini adalah orang kafir’. Binatang ini juga dikenal sebagai pembawa pesan keimanan.
Dari penjelasan di atas, setidaknya kita bisa membayangkan bagaimana wujud Dabbah al-Ard dan tugasnya di dunia. Semoga kisah dari Dabbah al-Ard kembali mengingatkan kita jika kiamat makin dekat.

*keterangan lebih jelas di kitab fafiru ilallah
THE SCOUT

The scout,
Aku tak sepandai mereka, dan aku tak sehebat mereka. Namun aku hanya ingin bersamamu untuk selamanya. Simpul mati hubungan kita.

Butuh perjuangan yang tidak mudah. Perjalanan pengujian yang menguras tenaga dan pikiran. Butuh kesabaran dan juga mental,fisik dan jiwa yang kuat untuk mendapatkan sebuah balok,ataupun sebuah bed dll. Hanya sebuah benda yang dipasaran pun banyak. Namun segala atribut  bukan untuk gaya-gayaan saja, sok keren. Tapi mempunyai tugas yang harus diemban. Sebuah tanda yang dijaga,diolah,tanggung jawab,&dapat dipercaya. Karna itu amanah, tauladan bagi yang lainnya. Dan akupun tak seamanah itu.

Namun aku tak pernah merasa lelah untuk tempur di alam bebas ataupun dalam sebuah forum. Justru aku merasakan kegembiraan. Bagiku adalah sebuah petualangan. Pramuka itu menyenangkan. It's very good.
Pramuka bagi anak-anak adalah sebuah permainan yang menyenangkan, tapi bagi orang dewasa adalah sebuah pengabdian.

Bukan polisi,dan bukan tentara. Tali dan tongkat itu senjatanya. Coklat tua, coklat muda seragamnya. Baret dan hasduk tergantung dilehernya.

Salam Pramuka

MASA SD

Masa SD adalah masa yang paling menarik. Dimana disini banyak sekali momen-momen menarik yang menjadi perbincangan asyik tiada habisnya. Masa-masa dimana masih imut,crumut hhehe. Masa dimana seseorang dipanggil dengan nama yang nyleneh jauh dari realita nama aslinya. Contoh saja: Taufik menjadi Dabeng, Sofyan menjadi Tahu, Febri menjadi Dilan, dan adapun Si Gareng, Si Bagong, Si Gentong, Si Galon, Si Cungkring dan Si-si lainnya. Sungguh kreatif. Dan itu melekat seoanjang masa. Nama itu pun filosofinya menarik. Entah karena sebuah tingkah kebiasaannya, sesuatu yang dipakainya, makanan favoritnya, postur tubuhnya, atau karena orang tuanya sehingga ia kerap dipanggil demikian.

Masa itu adalah masa di mana yang lemah akan menjadi hari-harian bukan bulan-bulanan lagi. Entah pembullyan ataupun penindasan. Dan disitu pula ada seorang pahlawan kebenaran penegak keahlian yang menyelamatkan sang korban. Dan sungguh luar biasa Sang Guru menghadapi muridnya setiap hari pasti ada yang nangis.
Anak-anak mikir apa kan yaaa. Tapi pasti ada saja anak yang nakal.
Namun semakin besar kenakalan kian berkurang. Semakin bisa menghadapi perbedaan. Justru erat persahabatan.

Tapi meski enam tahun di bangku sekolah dasar, entah mengapa hal yang paling dirindukan adalah kelas enam. Kelas enamlah yang paling dikenang. Tahun akhir dengan momen yang mengasyikan. Perpisahan berakhir dengan kesedihan. 
Betapa tak bisa dibayangkan hari itu berpisah. Tak lagi bersama tak dikelas yang sama, dan tak di sekolah yang sama. Semua melanjutkan dijenjang pendidikannya masing-masing. Dan ada pula yang dipesantren dan bertemu setahun sekali. Begitu memilukan.

Namun sampai kapanpun teman SD itu selamanya akan akrab. Mungkin karna mayoritas satu desa dan bahkan sudah kenal keluarganya.

MY BOOK

Aku selalu menyimpan buku-bukuku. Bahkan buku kelas satuku masih ada. Kujadikan perpustakaan pribadi. Dan kadang iseng membuka-buka. Lucu tulisanku besar-besar, masih tahap latihan menulis. Tapi waktu itu aku begitu bersemangat. Sesampainya di rumah aku baca berulang-ulang apa yang diajarkan tadi di sekolah. Lalu aku salin lagi di buku lain. Berbeda sekali dengan sekarang. Sejak SMP bukuku kosong, malah jarang masuk kelas. Lebih aktif kegiatan. Tidak serajin teman-teman, namun aku hanya mengambil intinya saja. Diringkas seringkas-ringkasnya. Hingga tiga tahun ga ganti buku hhehe.

Tapi sekarang mulai bosan menyimpannya. Dan mulai ku larikan ke rongsokan. Hanya LKS-LKS yang masih utuh. Tapi sekarang mulai bosan juga karena sekarang ada google yang bisa untuk mencari apa saja. Hmm apa dienyahkan saja ya??Tapi sayang bacaannya bermutu.