Sabtu, 31 Agustus 2019

Cerpen by: Nur Fadilah

Kelas Bukan Restoran

Jam istirahat kedua pun tiba. Dengan girang dan senyuman pun merekah para siswa pun bergegas berbondong-bondong menuju satu tempat tujuan. Ya dimana lagi kalau bukan "Kantin sekolah". Sebuah tempat favorite para siswa. Perut sudah keroncongan sedari tadi. Para siswa pun siap memborong semua jajanan. Mereka rela berdesak-desakan demi mendapat jajanan yang mereka inginkan.
"Bu, mie nyemek biasa ya"ucap seorang siswa.
"Bu bakso,biasa"ucap seeorang siswa lagi.

Ibu kantin pun hanya mengangguk. Sudah paham dan hafal betul permintaan mereka yang tentunya sudah berlangganan.

Ada beraneka macam jajanan disini mulai dari bakso,mie ayam,mie nyemek,mie goreng,kwetiaw goreng,soto,batagor,siomay,rujak,pecel. Gorengan pun banyak mulai dari mendoan,bakwan,tahu isi,martabak telor,pisang coklat lumer dan beberapa jenis kue. Dan minumannya pun beraneka ragam. Tapi harga yang tentunya terjangkau. Jadi tak perlu kawatir. Anda takkan kelaparan asalkan ada duwitnya hehe.
Setiap pedagang tentu mempunyai ciri khasnya masing-masing dalam hal produknya maupun cara pelayanannya sehingga dapat menarik minat para pembelinya yang tentunya sampai berlangganan. Tak jarang ada pedagang yang memberikan bonus, menjadikan para pembeli menjadi senang.

Terlihat Satya seorang siswa berkulit putih,tinggi dan gagah yang menjadi idola semua siswi perempuan di sekolah tengah duduk menunggu makanan pesanannya. Siapa yang tidak jatuh hati dengannya. Seorang siswa gagah dan ganteng yang ketika lewat membuat mata tak berkedip  dan dari kejauhan nampak pula para siswi heboh kegirangan. Ia adalah pria nomor satu di sekolah yang menjadi perbincangan banyak siswi. Meskipun orangnya terbilang cuek. Entah mengapa tetap saja menjadi idola.

"Eitz siapa cepat dia dapat"ucap seorang anak sambil cengengesan yang tiba-tiba merampas sepotong pisang coklat lumer di nanpan.
Praja pun kaget ketika pisang coklat lumer yang baru mau ia ambil tinggal satu-satunya itu sudah berpindah tangan.
"Kan saya duluan"ucap Praja.
"Tapi kan siapa cepat dia dapat hehehe thanks yah"ucap Darma girang sambil pergi meninggalkan kantin.

Praja pun menghela nafas. "Sabar..sabar"
Ucapnya dalam hati. Ia mencoba untuk tidak kesal. Meskipun ia gagal menikmati sepotong pisang coklat lumer kesukaannya, tapi kali ini mungkin Tuhan betkehendak untuknya menikmati makanan lainnya. Masa iya setiap kali istirahat pertama ia hanya mau makan pisang coklat lumer. Mana kenyang?

"Eh maaf"ucap Praja kaget saat tidak sengaja menyenggol sebuah mangkok panas berisikan mie nyemek.
Praja pun menggeser tubuhnya sedikit dan lanjut mengambil bakso. "Et dah ga waras nih orang"ucapnya dalam hati sambil melirik Satya yang menungkan sebotol sambal ke mangkoknya. Orang yang pun ngeri melihatnya. Makan sambal sebanyak itu apa ga kepedesen. Atau mungkin bakal sakit perut.
"Iddihh gila luh Sat,"ucap seorang temannya Satya. Satya pun hanya nyengir sambil membawa mangkuknya ke mejanya tanpa menghiraukan perkataan orang di sekelilingnya.
"Ya biasa lah dia mah"ucap ibu kantin lirih.
"Ga sakit perut tuh bu"ucap seorang anak.
"Ga tau tuh,kemarin anak ibu beli mie apatuh mie korea.."
"Samyang bu"ucap Praja menimpali.
"Iya,langsung diare tiga hari ga berangkat sekolah"
"Wah bahaya tuh bu"
"Iya,tapi susah dibilangin. Diem-diem udah makan pas ibu ga di rumah.."
"Ya kalau ga kuat sebaiknya jangan yoh bu"
"Ya gimana lagi,biarin lah biar tau rasa"

Setelah membeli bakso Praja pun bergegas ke kelas. Ia tidak ingin memakannya di kantin sekolah karna terlalu rame. Ia memilih memakannya di emperan kelas bersama beberapa temannya yang mau bergabung dengannya. Sedangkan yang lain makan di kelas. Bukan hanya meja yang menjadi tempat mereka menikmati jajanan, bahkan sampai ada yang dikolong-kolong meja.
Suasana istirahat begitu khidmat. Mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang menikmati jajanan tanpa berkutik sedikitpun. Ada yang mendengarkan musik dengan headset,ada yang sibuk dengan hapenya sendiri,ada yang tidur dikolong meja,adapula yang membaca buku diperpustakaan bagi murid teladan dan mempunyai jiwa literasi yang tinggi.

Bel tanda masuk pun berbunyi. Para siswa pun bergegas menuju kelasnya masing-masing. Mereka buru-buru menghabiskan jajanannya. Buku pelajaran selanjutnya pun mereka keluarkan dari dalam tasnya. Mereka duduk rapi dan dengan posisi yang tegak tanda mereka siap mengikuti pelajaran dengan baik.
Para siswa yang tertidur pun buru-buru mencuci mukanya agar terasa segar kembali.
"Apa kabar anak-anak.."ucap Bu Guru.
"Alhamdulillah luar biasa Allohu Akbar TLM sukses"jawab mereka serempak.
"Baik,sudah siap mengikuti pelajaran?"
"Sudah bu.."

Akhirnya waktu menunjukan pukul 15.10, para siswa pun begitu girang karna itu tandanya sebentar lagi pelajaran telah usai.
"Berhubung waktu tinggal lima menit lagi sekarang waktunya untuk bersih-bersih kelas. Silahkan untuk semua mengangkat kursinya,jendela ditutup bagi yang dekat dengan jendela,dan bagi yang piket silahkan piket"ucap Ibu Guru.
Paa siswa pun segera melaksanakan instruksi Ibu Guru.
"Baik selesai sudah pelajaran hari ini. Jangan lupa untuk sholat ashar dahulu di masjid sekolah. Sekian. Wassalamu'alaikum Wr.Wb."ucapnya.
"Wa'alaikum salam Wr.Wb.."jawab mereka kompak.

Pelajaran telah usai. Semua pun bergegas pulang tanpa menghiraukan saran guru untuk sholat ashar di masjid sekolah terlebih dahulu. Hanya para santri yang langsung menuju masjid untuk sholat ashar diteruskan dengan tadarus al qur'an.
Suara gemuruh motor para siswa pun menemani suasana sore itu. Motor beriringan bahkan ada yang tak sabaran untuk kabur dari keramaian. Lalu lalang nampak begitu padat. Suasana ini sudah biasa. Karena pada sore hari orang-orang pulang dari tempat kerjanya dan para siswa pun pulang dari sekolahnya.
Langit sudah nampak mendung. Gumpalan awan sudah nampak diatas sana. Sepertinya akan turun hujan. Orang-orang pun mulai gelisah dan ingin sekali rasanya untuk cepat-cepat sampai di rumah. Suasana begitu riuh,jalan macet di mana-mana. Bahkan tak jarang ada kecelakaan. Tentunya bagi orang tua pun merasa kawatir dengan anaknya yang pulangnya sore. Seperti yang dirasakan oleh orang tuanya Praja sehingga ia di asramakan. Sebagai anak yang patuh pada orang tuanya Praja pun manut saja. Lagian dia pun tidak betahan di rumah karna sejak kecil ia pun sudah berada di pondok pesantren. Tapi itupun ia yang minta sendiri karna ia sering ditinggal orang tuanya bekerja. Jadi merasa sepi dan akhirnya memutuskan sendiri untuk mondok.

**************************************
Tibalah hari senin, pagi-pagi siswa sudah berbaris rapi untuk mengikuti upacara. Dan bagi siswa yang terlambat berbaris dibarisan paling belakang. Dan bagi siswa yang tidak memakai atribut lengkap akan di point demi mendidik siswanya untuk terbiasa disiplin.
"Assalamu'alaikum Wr.Wb.."ucap Pak Kepala Sekolah sebagai pembina upacara.
"Wa'alaikum salam Wr.Wb.."jawab semua peserta upacara serempak.
"Puji syukur kehadirat Alloh SWT. sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan upacara bendera. Upacara bendera merupakan perwujudan kita untuk mencintai tanah air ini. Dan kita untuk dapat mengenang jasa para pahlawan sehingga kini kita dapat menikmati kemerdekaan. Kini Indonesia telah merdeka,namun perjuangan masih tetap kita lakukan. Perjuangan untuk membentuk karakter kita menjadi manusia unggul. Kita harus menjadi pribadi yang semangat tidak bermalas-malasan. Untuk itu kita harus disiplin. Saya tekankan untuk para siswa untuk selalu memakai atribut lengkap sekolah untuk membiasakan siswa supaya disiplin. Jangan salahkan guru jika mendapat point untuk yang tidak memakai atribut sekolah maupun tidak mentaati aturan sekolah. Dan juga disiplin tidak terlambat masuk sekolah seperti contohnya siswa yang ada dibarisan paling belakang"ucapnya.
Semua mata pun serentak menengok ke belakang. Dan siswa yang terlambat tersebut pun begitu merasa malu dan merasa kapok tidak akan mengulanginya kembali.
"Ayolah kita sebagai generasi penerus bangsa harus merdeka, merdeka dari sifat malas. Kita harus menjadi pribadi yang semangat sehingga keberhasilan akan mudah kita raih. Dan saya disini akan menyampaikan bahwa untuk mencapai pribadi yang lebih unggul,kita musti memperbaiki kebiasaan buruk kita. Seperti misalnya dalam hal jajan. Saya amati bahwa saat jam istirahat sekolah berlangsung, para siswa dan guru berbondong-bondong menuju satu tempat yaitu kantin. Itu saya rasa kurang enak untuk dilihat. Guru dan murid harusnya ada perbedaan. Dan saya amati  kembali setelah berhsil jajan kalian berbondong-bondong menyangking jajanan dan akhirnya memakannya di kelas. Saya tekankan bahwa kelas itu bukan restoran. Jika kalian memakan jajan di kelas, kelas akan bau, dan tentunya meja pun kotor karena bagaimanapun pasti ada sisa. Dan tentunya setelah jajan pun kalian lebih memilih untuk membuang sampah tersebut ke dalam laci meja. Sehingga laci pun bau dan tentunya akan dimasuki binatang-binatang seperti kecoa,lalat,semut,nyamuk juga tikus yang akan sangat senang menjadi sarangnya. Jadi saya harap pada jam  istirahat tidak ada lagi siswa yang berada di kelas. Meskipun saya tahu bahwa kantin kita belum sepenuhnya memadai. Siswa tidak semuanya dapat berada di kantin. Tapi saya harap siswa dapat menggunakan teras kelasnya untuk menikmati jajannya masing-masing dengan temannya dengan rapi. Jadi jika ada anak yang ketahuan di jam istirahat saya harap untuk dipoint"ucapnya kembali.
"Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan kita dapat menjadi manusia yang berkualitas dan senantiasa dapat memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Bila ada salah kata dan kata yang kurang berkenan mohon ikhlas dimaafkan. Sekian. Wallohulmuwafik ila aqwamithoriq. Wassalamu'alaikum Wr.Wb."ucap Pak Kepala Sekolah mengakhiri.

Upacara bendera hari senin pun berjalan dengan lancar. Siswa dan guru kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Amanat Kepala Sekolah pun masih terngiang dibenak para siswa dan menjadi catatan oleh guru untuk mengingatkan kembali kepada murid. Mulai jam istirahat hari ini semua siswa mererapkan apa yang disampaikan Kepala Sekolah. Di jam istirahat tidak ada lagi yang berada di kelas. Semua siswa pun memilih untuk duduk menikmati jajannya di teras kelas dengan teman-temannya dengan rapi. Suasana hari itu begitu menyenangkan. Para siswa dapat lebih dekat dengan temannya. Ternyata makan bersama mampu menyatukan kekompakan kelas. 
Kelas pun menjadi tetap rapi tidak seperti biasanya yang semrawut. Bangku dan meja sudah bergeser kesana-kemari tidak beraturan karna untuk tidur,makan dan sebagainya. Kelas pun sekarang tidak bau sehingga para siswa merasa nyaman saat jam pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar