DEARY KETUPAT JANUR KUNING
"Assalamu'alaikum,kulo nuwun..lagi sibuk ora?aku punten jaluk sambat gawekna kupat janur bisa ora? "Kata orang
"Ohh bisa"jawabku.
Sore ini ada yang datang minta tolong dibikinin ketupat janur kuning yang sudah sering kujumpai ketika aku sedang berada di rumah. Apalagi kalau menjelang hari lebaran. Dan dengan senang hati aku buatkan. Dengan upah ataupun tidak itu tak masalah. Karna beruntung,tidak semua orang bisa membuatnya. Muter sana,muter sini. Kelihatannya ribet. Kalau tak sabar bisa-bisa sampai dilempar. Tapi kalau kita mau berusaha keras dan sabar juga mempunyai keinginan kuat untuk bisa pasti bisa.
Ketupat janur kuning yang pertama kali dikenalkan oleh Sunan kalijaga mempunyai arti yang mengedukasi. Dan bagiku sendiri pun demikian.
"Angger wis teyeng langsung di isi mengko ora kelalen..mengko angger ditakoni neng wong teyeng gawe kupat ora jawabe Insya Alloh bisa nek ora kelalen.kaya kuwe yaa.."ucap bapak waktu itu.
"Nggih pak,"ucapku.
Masih teringat kata bapak waktu itu saat masih SD. Katanya kalau sudah berhasil membuat ketupat musti cepat-cepat di isi beras supaya tidak lupa. Mitos atau fakta?
Dan yang terpenting adalah ortu selalu mengajariku meski hal-hal sederhana seperti cara menjawab,sikap ketika bertemu orang,bagaimana ketika akan menyebrang jalan,ketika ada tamu dan sebagainya yang tentunya sangat bermanfaat. Karna memang betul seperti ketika kita berjumpa dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal. Kebanyakan anak akan bersikap acuh,tidak menyapa ataupun sekedar tersenyum. Entah karna malu tidak berani menyapa atau memang acuh. Jadi kesannya sombong. Dan ortuku tak mau aku demikian. Jadi dimana orang Indonesia yang terkenal dengan keramah-tamahannya?
Ini catatan bagi kita semua.
#ketupatjanurkuning
Tidak ada komentar:
Posting Komentar