Sabtu, 31 Agustus 2019

MASA SD

Masa SD adalah masa yang paling menarik. Dimana disini banyak sekali momen-momen menarik yang menjadi perbincangan asyik tiada habisnya. Masa-masa dimana masih imut,crumut hhehe. Masa dimana seseorang dipanggil dengan nama yang nyleneh jauh dari realita nama aslinya. Contoh saja: Taufik menjadi Dabeng, Sofyan menjadi Tahu, Febri menjadi Dilan, dan adapun Si Gareng, Si Bagong, Si Gentong, Si Galon, Si Cungkring dan Si-si lainnya. Sungguh kreatif. Dan itu melekat seoanjang masa. Nama itu pun filosofinya menarik. Entah karena sebuah tingkah kebiasaannya, sesuatu yang dipakainya, makanan favoritnya, postur tubuhnya, atau karena orang tuanya sehingga ia kerap dipanggil demikian.

Masa itu adalah masa di mana yang lemah akan menjadi hari-harian bukan bulan-bulanan lagi. Entah pembullyan ataupun penindasan. Dan disitu pula ada seorang pahlawan kebenaran penegak keahlian yang menyelamatkan sang korban. Dan sungguh luar biasa Sang Guru menghadapi muridnya setiap hari pasti ada yang nangis.
Anak-anak mikir apa kan yaaa. Tapi pasti ada saja anak yang nakal.
Namun semakin besar kenakalan kian berkurang. Semakin bisa menghadapi perbedaan. Justru erat persahabatan.

Tapi meski enam tahun di bangku sekolah dasar, entah mengapa hal yang paling dirindukan adalah kelas enam. Kelas enamlah yang paling dikenang. Tahun akhir dengan momen yang mengasyikan. Perpisahan berakhir dengan kesedihan. 
Betapa tak bisa dibayangkan hari itu berpisah. Tak lagi bersama tak dikelas yang sama, dan tak di sekolah yang sama. Semua melanjutkan dijenjang pendidikannya masing-masing. Dan ada pula yang dipesantren dan bertemu setahun sekali. Begitu memilukan.

Namun sampai kapanpun teman SD itu selamanya akan akrab. Mungkin karna mayoritas satu desa dan bahkan sudah kenal keluarganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar